Jumat, 09 Maret 2012

kepemimpinan demokratis


KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS
Pemimpin dalam tipe ini menafsirkan kepemimpinanya bukan
sebagai diktator melainkan sebagai pemimpin ditengah-tengah anggota
kelompoknya, hubungannya dengan para bawahannya bukan sebagai
atasan dan bawahan tetapi lebih pada saudara tua pada adiknya.
Dalam melaksanakan tugasnya ia mau menerima dan bahkan
mengharapkan pendapat dan saran dari para bawahannya, demikian juga
terhadap kritik yang membangun dari bawahannya dijadikan sebagai
umpan balik dan bahan pertimbangan dalam pembuatan keputusan.
Disamping itu pemimpin ini juga memberikan kesempatan bagi timbulnya
kecakapan memimpin pada anggota kelompoknya dengan jalan
mendelegasilkan sebagian kekuasaan dan tanggung jawab.
Sedangkan kepemimpinan yang demokratis kepala sekolah sebagai
seorang pemimpin lebih mementingkan kepentingan bersama dari pada
kepentingan sendiri, sehingga terciptalah hubungan dan kerjasama yang baik dan harmonis, saling membantu didalam melaksanakan tugas seharihari
dan akan tercipta suasana kerja yang sehat. Menurut Ngalim
Purwanto gaya demokratis memiliki sifat-sifat, 1). Dalam menggerakkan
bawahan bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu makhluk yang
termulia didunia, 2). Selalu berusaha menyingkronkan kepentingan dan
tujuan organisasi dengan kepentingan dari tujuan pribadi bawahan, 3).
Senang menerima saran, pendapat, dan kritik dari bawahan, 4).
Mengutamakan kerjasama dalam mencapai tujuan, 5). Memberikan
kebebasan seluas-luasnya kepada bawahan dan membimbingnya, 6)
Mengusahakan agar bawahan dapat lebih sukses dari pada dirinya, 7).
Selalu mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Gaya demokratis dapat diterapkan bilamana para guru/staff sudah mampu
mengambil keputusan apa yang dilakukan sesuai dengan kewajibannya
dan sudah mempunyai pengalaman yang cukup untuk menentukan
langkah-langkah dalam melaksanakan pekerjaan.
Jadi dapat disimpulkan kepemimpinan dapat diterapkan dimana
dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan organisasi, seorang
kepala sekolah atau pemimpin mengikutsertakan atau bersama-sama
bawahannya, baik diwakili oleh orang-orang tertentu atau berpartisipasi
langsung dalam pengambilan keputusan.Dari semua itu, dapat dilihat cara atau teknik seseorang dalam
menjalankan suatu kepemimpinan, Adapaun kombinasi dari gaya
kepemimpinan tersebut menghasilkan berbagai bauran gaya
kepemimpinan yang dibedakan menjadi empat gaya kepemimpinan
menurut Agus Dharma dalam bukunya yang berjudul Manajemen
Supervisi yaitu, 1). Gaya Instruksi (gaya bos), 2). Gaya Konsultasi (gaya
dokter), 3). Gaya Partisipasi (gaya konsultan), 4) Gaya Delegasi (gaya
bebas) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar