Sabtu, 10 Maret 2012

Pengertian Ilmu Negara


  • Ilmu negara : dasarnya/ esensinya teoritis
    Istilah Ilmu negara :
    • Staat leer : fak.hukum reegen Belanda
    • Die staat lehre : jerman
    • Theory of the state : inggris
    • Political theory : inggris.
    Ilmu negara adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari ilmu yang objeknya negara.
    Staat leer : penyelidikannya bersifat umum, yaitu tentang negara-negara dilihat abstrak, di sebut abstrak karena fenomena sosial . negara abstrak keberadaannya di perlukan sebagai kebutuhan. Negara adalah organisasi kekuasaan.
    Teori bersifat umum implementasi bersifat terapan.
    Dari segi meteri ilmu negara menyelidiki :
    1. Pengertian pokok dan sendi-sendi pokok negara.
    2. Hakikat atau sifat negara.
    3. Asal mula negara.
    4. Wujud negara dll.
  • Karena bersifat abstrak dan berlaku umum maka di sebut ilmu negara umum.
    Istilah lain dari ilmu negara : theorytische staats wissenchaft atau staat lehre.
    Ilmu kenegaraan ,contoh ilmu politik
    Istilah staats wissenschaf berbeda pengertian :
    Eropah kontinental(belanda, jerman dan indonesia termasuk negara eropa) meyebutkan staat lehre/ilmu negara.
    Sedangkan anglo sexon(amerika,inggris) menyebutkan political science
    Dalam anglo sexon pemahaman ilmu-ilmu kenegaraan atau staats wissenchaft.
    Ilmu-ilmu kenegaraan : arti luasnnya adalah ilmu politik. Sedangkan dalam arti sempit ialah ilmu politik itu salah satu saja ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang negara.
    Menurut Hoetink mengatakan bahwa ilmu politik itu“sosiologie van de staat”adalah membahas pengaruh-pengaruh dari faktor-faktor kekuasaan yang reel di dalam masyarakat terhadap pelaksanaan tugas-tugas negara reel matchts factoren.
    Konsep ilmu politik secara umum berlaku di belanda, artinya ilmu politik di belanda merupakan salah satu dari ilmu kenegaraan yang mempelajari pengaruh faktor-faktor kekuasaan yang reel di dalam masyarakat terhadap pelaksanaan tugas-tugas negara.
    Pendapat Herman Heller : di jerman telah tumbuh suatu ilmu pengetahuan yang erat hubungannya dengan negara, yang di bedakan dengan ilmu politik. Ilmu ini di kenal dengan Algemeine staats lehre /staats theory/ilmu negara.
    Perbedaan ilmu politik dan ilmu negara :
    1. Ilmu negara merupakan ilmu yang bersifat teoritis, oleh karena itu bersifat bebas nilai.
    2. Sedangkan ilmu politik bersifat praktis mengadakan penilain-penilain erhadap onjeknya.
    3. Objek ilmu politik adalah negara dan kekuasaannya.
    4. Pemahaman ilmu politik adalah kekuasaan.
    5. Ilmu negara membahas unsur-unsur statika dari negara sedangkan ilmu politik membahas unsur dinamika.
    6. Statika lahir dari sifat teoritis sedangkan dinamika lahir dari aplikasi terapan teori, seni dan strategi kekuasaan.
    7. Ilmu negara melukiskan dan menerangkan lembaga-lembaga kenegaraan, sedangkan ilmu politik mengadakan analisis dari pada aktifitas-aktifitas yang mempengaruhi tindakan-tindakan kenegaraan(political action).
    Menurut G.Jellineck : ilmu politik sangat membutuhkan peristilahan yang tepat sehingga terdapat peristilahan yang jelas. Sedangkan uuntuk ilmu negara secara tekhnis dalam penggunaan istilah tidak ada masalah/tidak ada pertentangan.
    Ilmu politik merupakan fenomena sosial yang selalu berubah.
    Menurut G.Jellineck negara di pandang dari dua sisi :
    1. Yuridis.
    2. Sosiologis.
    Ilmu negara adalah teoritis dan di terapkan oleh ilmu yang bersifat praktis(ilmu politik).
    Para sarjan di inggris dan amerika umumnya mengatakan ilmu politik mempelajari soal kekuatan dalam masyarakat, sedangkan ahli-ahli negara yang terpengaruh oleh jerman(eropah kontinental) bahwa ilmu politik terutama mempalajari negara sebagai gejala hukum, tafsiran yuridis UUD dan hukum administratif.
    Sedangkan untuk di negeri belanda pemahman tentang ilmu politik berada di tengah-tengan, artinya sebagian besar dari penyelidikan dan pengajaran negara adalah dalam rangkain ilmu hukum. Di inggris dan amerika negara itu lebih di pelajari sebagai suatu gejala kakuatan dalam masyarakat dari aspek ekonomi, sosial, budaya dan agama

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar