Bagaimana sebenarnya ilmu ekonomi? Bagaimana sejumlah besar data yang sangat tidak beraturan berubah menjadi teori-teori dan kaidah-kaidah ekonomi yang sangat dibutuhkan oleh para pemimpin kita? Ilmu ekonomi tumbuh dan berkembang secara evolusioner sebagai suatu bidang disiplin, dengan mengamati data, mengmbangkan hipotesa, mengujinya, dan kemudian mencapai consensus, yang terkadang tidak mudah mengenai bagaimana ekonomi berjalan.
Beberapa persoalan yang timbul sewaktu memahami masalah-masalah ekonomi
Faktor lainnya konstan
Dunia ekonomi sesungguhnya sangatlah rumit dan canggih. Di dalamnya terdapat jutaan orang dan perusahaan, ribuan harga dan industri. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memahami atau menetapkan kaidah-kaidah ekonomi dalam keadaan seperti itu ialah dengan percobaan/eksperimen terkendali. Dalam eksperimen yang terkendali, kecuali hal-hal yang sedang diuji, semua hal-hal yang lain dianggap tidak berubah dan dipertankan tetap konstan.
1. Kekeliruan Pola Berpikir Post Hoc
Salah satu contoh kekeliruan yang paling biasa terjadi dalam hal menjaga faktor lainnya konstan adalah “kekeliruan pola berpikir Post Hoc”
“bahwa kejadia A diobservasi sebelum kejadian B tidaklah membuktikan bahwa kejadian A mengakibatkan kejadian B. Bila kata “sesuadah” dianggap mengandung arti “karena”, maka inilah yang disebut kekeliruan Post Hoc”.
2. Kekeliruan komposisi
Kekeliruan komposisi terjadi bila sesuatu yang benar pada sebagian dan kemudian hanya dengan pertimbangan itu saja dianggap juga benar pada keseluruhan
Bila semua petani bekerja keras dan keadaan alam dan udara sangat baik sehingga bersama-sama memprodudi hasil pertanian yang sangat berlebihan , maka pendapatan seluruh petani mungkin akan justru merosot.
3. Subjektivitas
Teori merupakan alat yang sangat pokok dalam menyusun dan mengatur fakta. Akan tetapi dalam ilmu-ilmu eksakta yang sudah pasti pun, bagaimana kita menerima dan mengakui fakta-fakta yang dioservasikan akan bergantung pada teori apa yang kita gunakan.
Demikian juga halnya dengan teori dan fakta ilmiah pada umumnya. Bila kita menjumpai seperangkat prinsip-prinsip ekonomi yang baru, kita akan memahami kenyataan dengan cara yang berlainan. Pengertian pokok ini akan membuat kita lebih cepat memahami tentang mengapa orang-orang yang hidup dalam satu planet ternyata bisa berbeda pandangan secara mendasar, seperti misalnya perbedaan antara Keynes dengan teori makroekonomi klasik, atau antara teori ekonomi barat dengan ekonomi komunis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar